Harga emas dunia anjlok lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan Selasa (21/4/2026) waktu setempat, tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi. Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian menjelang pembicaraan antara AS dan Iran, serta antisipasi pasar terhadap pernyataan kandidat ketua Federal Reserve.
Menurut data Reuters, harga emas di pasar spot tercatat merosot 2,2 persen menjadi 4.712,04 dollar AS per ons, menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga mengalami pelemahan serupa, turun 2,3 persen ke angka 4.719,60 dollar AS per ons.
Faktor Pendorong Pelemahan Emas
Penguatan dolar AS sebesar 0,2 persen pada perdagangan Selasa menjadikan emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turut menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
“Penguatan dolar AS dan imbal hasil menekan harga emas, bersamaan dengan berita dan sinyal yang beragam tentang situasi Iran, yang menyebabkan harga energi naik, sehingga menekan harga logam mulia,” ujar Bob Haberkorn, Analis pasar senior RJO Futures.
Ketegangan antara AS dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ingin memperpanjang gencatan senjata yang akan segera berakhir dengan Iran. Trump juga menegaskan kesiapan militer AS jika negosiasi gagal. Pernyataan ini mendorong harga minyak mentah melonjak lebih dari 3 persen.
Kenaikan harga minyak sejak pecahnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu telah memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi. Kondisi ini berpotensi membuat bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Meskipun emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, permintaan terhadap logam mulia cenderung melemah ketika suku bunga global tinggi.
Perhatian pada Kebijakan The Fed
Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga mencermati sidang konfirmasi di Senat AS terkait pencalonan Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Warsh diketahui menyerukan perubahan besar di bank sentral, termasuk pendekatan baru dalam mengendalikan inflasi dan perombakan komunikasi kebijakan moneter.
“Pasar akan mencermati secara saksama setiap pernyataan Warsh karena berpotensi memicu volatilitas tinggi dalam jangka pendek,” tambah Haberkorn.
Logam Mulia Lainnya Ikut Melemah
Peletakan harga tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan signifikan.
- Harga perak di pasar spot turun 3,9 persen menjadi 76,76 dollar AS per ons.
- Platinum melemah 2,7 persen ke level 2.033,37 dollar AS per ons.
- Paladium turun 0,6 persen menjadi 1.541,56 dollar AS per ons.






