Regional

Joki UTBK Terungkap, Kampus-kampus di Surabaya Perketat Pengawasan

Advertisement

Praktik penggunaan joki dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terdeteksi di sejumlah perguruan tinggi negeri di Surabaya. Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, dan Universitas Airlangga (Unair) menjadi beberapa institusi yang menemukan adanya indikasi kecurangan tersebut. Menanggapi temuan ini, sejumlah kampus di Surabaya mengambil langkah tegas untuk memperketat pengawasan ujian.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengawasan. Salah satu metode yang diterapkan adalah mewajibkan peserta UTBK untuk memasukkan seluruh barang bawaan, termasuk tas, ke dalam tas kresek merah yang telah disediakan panitia. Tas kresek tersebut kemudian diikat menggunakan kabel tis dan dititipkan di luar ruangan ujian.

“Ada penemuan-penemuan unik, ketika seluruh kresek tas itu dikeluarkan dari ruangan pada saat mereka ujian, HP itu banyak yang bunyi,” ujar Martadi. Ia menambahkan bahwa temuan ini menimbulkan pertanyaan karena seharusnya peserta tidak membawa ponsel saat ujian.

Selain itu, Unesa juga menerapkan pemeriksaan lebih ketat bagi peserta berhijab. Panitia perempuan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh hingga ke bagian telinga. “Kemarin chip yang ditemukan tidak lebih dari biji kedelai dan dimasukkan ke telinga. Jadi memang kita mencegah hal-hal itu terjadi,” terang Martadi.

Di Universitas Airlangga, Koordinator Pelaksana UTBK Unair 2026, I Made Narsa, memaparkan langkah-langkah pencegahan yang telah disiapkan. Seluruh ruangan ujian akan diawasi melalui kamera CCTV yang terpusat di satu ruangan kontrol. Setiap peserta juga wajib melewati pemeriksaan metal detector untuk memastikan tidak membawa alat bantu yang dapat digunakan untuk kecurangan, terutama telepon genggam.

“Panitia juga melakukan briefing kepada pengawas dan kami selektif dalam memilih pengawas. Pengawas yang memiliki rekam jejak kurang baik misalnya tidak serius dalam mengawasi akan dipertimbangkan untuk tidak dilibatkan,” ucapnya.

Perguruan Tinggi Lain Perketat Pengawasan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga mengambil langkah serupa untuk mencegah praktik joki UTBK. Rektor ITS, Bambang Pramujati, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk face recognition. Teknologi ini akan digunakan sejak tahap pendaftaran ulang untuk mencocokkan wajah peserta dengan foto pada kartu ujian.

“Karena itu juga bisa menjadi celah bahwa yang daftar ulang nanti bukan orang yang ikut ujian, misalnya mirip atau data waktu itu diubah, diatur, kita enggak tahu,” tutur Bambang.

Advertisement

Ia melanjutkan, “Sehingga itu semua kita lakukan menggunakan AI untuk face recognition dan mengenali data-data yang dari awal sudah di-upload supaya itu memastikan orang yang sama.”

ITS juga memberlakukan pemeriksaan metal detector bagi setiap peserta sebelum memasuki ruangan ujian. “Misalnya yang putri biasanya pakai hijab apalagi itu dicek semuanya, telinga, kacamata karena sekarang banyak kacamata yang digunakan sebagai kamera, alat komunikasi. Semoga saja tidak ada kecurangan yang yang dilakukan,” terangnya.

Sanksi Blacklist Seumur Hidup

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa peserta yang terbukti menggunakan jasa joki dalam UTBK akan didiskualifikasi. Lebih lanjut, mereka akan dikenakan sanksi blacklist dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia seumur hidup.

“Karena ini sangat mencederai dari tujuan pendidikan kita yang mengedepankan integritas dan kejujuran. Jadi, boleh saja kita melakukan kekeliruan di dalam proses-proses keilmuan, tapi tidak boleh tidak jujur,” tegas Atip.

Sanksi ini diberlakukan untuk mencegah peserta mengulangi tindakan serupa di masa mendatang. “Ya, sekarang enggak ada ditemukan dan setelah dia diterima itu, ditemukan bukti-bukti itu, maka menurut saya itu harus dikeluarkan,” pungkasnya.

Sumber: http://surabaya.kompas.com/read/2026/04/22/200644178/joki-utbk-terungkap-kampus-kampus-di-surabaya-perketat-pengawasan

Advertisement