PADANG, KOMPAS.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang menegaskan bahwa seluruh pelayanan yang diberikan kepada bayi AHF, yang kasusnya kini menjadi sorotan publik, telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya dugaan kelalaian yang diungkapkan oleh pihak keluarga.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP M Djamil, Bestari Jaka Budiman, menyatakan bahwa RSUP M Djamil memahami asumsi dan pernyataan keluarga terkait dugaan kelalaian dan ketidaknyamanan. Namun, dari sisi rumah sakit, seluruh SOP pelayanan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang perawatan luka bakar, hingga kamar operasi, sudah berjalan sebagaimana mestinya.
“Asumsi dan pernyataan keluarga seperti adanya kelalaian dan ketidaknyamanan itu kita pahami. Namun dari sisi kami, SOP pelayanan, baik di IGD, ruang perawatan luka bakar, maupun kamar operasi, sudah berjalan,” ujar Bestari dalam konferensi pers di ruang rapat direksi lantai 4 rumah sakit, Selasa (21/4/2026).
Alur Pelayanan Disebut Sesuai Prosedur
Bestari merinci, alur pelayanan pasien di RSUP M Djamil dimulai dari penilaian kondisi di IGD. Berdasarkan SOP, pasien yang datang akan dinilai terlebih dahulu untuk menentukan penempatan perawatan yang sesuai, apakah akan diarahkan ke ruang bedah, ruang anak, atau ruang intermediate sebagai persiapan operasi.
Setelah mendapatkan tempat tidur, pasien akan didaftarkan secara administratif dan ditangani oleh dokter jaga. Dokter jaga kemudian berkoordinasi dengan dokter spesialis terkait untuk penanganan lebih lanjut. Pasien yang direncanakan untuk operasi akan dipersiapkan di ruang praoperasi atau intermediate, yang merupakan bagian dari prosedur standar.
“Pasien yang direncanakan untuk operasi akan dipersiapkan di ruang praoperasi atau intermediate. Itu bagian dari prosedur standar,” katanya. Ia menambahkan, dokter jaga di IGD akan segera menghubungi dokter spesialis setelah menilai kondisi pasien, termasuk pada kasus luka bakar.
Lonjakan Pasien Pasca-Lebaran
Bestari mengungkapkan bahwa pada saat pasien Alceo masuk RSUP M Djamil pada 26 Maret 2026, rumah sakit tengah menghadapi lonjakan jumlah pasien pasca-libur panjang Idul Fitri. Sehari sebelum pasien tersebut masuk, jumlah pasien di IGD tercatat mencapai sekitar 130 orang, dengan sekitar 10 persen di antaranya memerlukan tindakan operasi.
“Kondisi itu menyebabkan adanya perlambatan layanan, termasuk antrean di kamar operasi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa RSUP M Djamil memiliki tiga kamar operasi yang digunakan untuk menangani berbagai tindakan medis, sehingga penjadwalan tindakan dilakukan berdasarkan tingkat urgensi medis.
Bantah Tudingan Perawatan Tidak Layak
Menanggapi tudingan keluarga terkait perawatan pasien, termasuk soal kebersihan dan proses pemandian luka, Bestari menegaskan bahwa tindakan medis yang diberikan telah dilakukan sesuai prosedur. Ia membantah klaim bahwa pasien dimandikan dalam kondisi yang tidak layak.
“Tidak mungkin rasanya pasien dimandikan dengan kotoran. Ada SOP yang jelas, luka dibersihkan terlebih dahulu sebelum dilakukan perawatan lanjutan,” tegas Bestari.
Luka Bakar pada Anak Disebut Sulit Diprediksi
Bestari juga menjelaskan bahwa kondisi luka bakar, terutama pada anak, memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan tidak selalu dapat diprediksi. Menurutnya, meskipun luka tampak ringan di permukaan, proses di dalam tubuh bisa berkembang menjadi lebih serius, seperti kehilangan protein dan reaksi inflamasi.
“Secara medis, luka bakar pada anak itu masih dianggap unpredictable. Bisa saja awalnya terlihat ringan, tetapi kemudian berkembang menjadi kondisi berat,” ujarnya. Pihak RSUP M Djamil saat ini masih melakukan audit klinis untuk menelusuri seluruh rangkaian pelayanan terhadap AHF.
Audit tersebut mencakup evaluasi terhadap tindakan medis, kesesuaian dengan SOP, serta aspek etika profesi. “Semua yang terlibat dalam pelayanan kami audit, mulai dari siapa yang menangani, apa yang dilakukan, hingga bagaimana prosedur dijalankan,” kata Bestari.
Berdasarkan laporan sementara, pelayanan yang diberikan masih dinilai sesuai standar prosedur. Meski demikian, rumah sakit masih menunggu hasil akhir audit untuk memastikan seluruh proses telah berjalan sesuai ketentuan.
RSUP M Djamil Komitmen Transparansi
Sebelumnya, Direktur Utama RSUP M Djamil, Dovy Djanas, menyatakan komitmennya untuk mengumumkan hasil audit klinis dalam waktu dekat. Pihaknya juga berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh jika ditemukan kekurangan dalam pelayanan.
Kasus meninggalnya Alceo menjadi perhatian luas setelah diungkap oleh keluarganya melalui media sosial, yang menyebutkan adanya dugaan kelalaian selama proses perawatan. Pihak RSUP M Djamil Padang menegaskan akan menunggu hasil audit sebagai dasar penyampaian kesimpulan secara objektif.






