REMBANG, Kompas.com – Kompleks Makam Raden Adjeng (RA) Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu kedatangan istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Selvi Ananda, pada peringatan Hari Kartini, 21 April 2026. Kunjungan ini menandai momen istimewa, yakni kehadiran tokoh dari lingkaran inti pimpinan negara di makam pahlawan emansipasi perempuan tersebut untuk pertama kalinya sejak tahun 1979.
Di tengah guyuran hujan lebat yang menyambut kedatangannya, Selvi Ananda, yang juga menjabat sebagai pembina Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, bersama rombongannya tetap khusyuk melaksanakan prosesi ziarah. Cuaca buruk tak mampu menyurutkan niat mereka untuk memberikan penghormatan.
Ziarah Murni Tanpa Pernyataan Publik
Selama berada di makam RA Kartini, menantu Presiden Joko Widodo ini memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi kepada awak media. Fokusnya adalah pada kegiatan spiritual dan penghormatan terhadap sang tokoh nasional. Usai hujan reda, Selvi Ananda menyempatkan diri untuk berfoto bersama kelompok Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) sebelum meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil dinas RI 4.
Juru Kunci Makam RA Kartini, Wartono, mengonfirmasi bahwa kunjungan tersebut murni bersifat ziarah tanpa agenda dialog khusus. “Ya kita enggak ada dialog, kita hanya murni memang ziarah itu saja. Agenda yang dilakukan ya biasa, kita cerita silsilah, kita berdoa, tabur bunga, terus pulang,” ujar Wartono saat ditemui di lokasi, Selasa (21/4/2026).
Kunjungan Spesial Setelah Puluhan Tahun
Wartono menambahkan, kehadiran Selvi Ananda beserta rombongan Seruni tahun ini memiliki makna sangat spesial bagi masyarakat Rembang. Menurutnya, kompleks makam tersebut sudah sangat lama tidak dikunjungi oleh sosok dari lingkaran inti pimpinan negara.
“Intinya untuk level RI 1, RI 2, RI 3, RI 4 ya setelah sekian tahun baru sekarang ya. Karena terakhir ke sini itu tahun 1979, yaitu Ibu Tien Soeharto. Setelah itu yang ke sini ya paling sekelas menteri-menteri saja,” terang Wartono.
Pihak pengelola makam sendiri telah melakukan persiapan matang sejak beberapa hari sebelumnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan rombongan wakil presiden dalam memperingati hari lahir sang pahlawan nasional.






