Money

Perang AS-Iran Memicu Krisis Energi Terburuk dalam Sejarah

Advertisement

Perang antara Amerika Serikat dan Iran telah memicu krisis energi terburuk dalam sejarah, demikian peringatan dari International Energy Agency (IEA). Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menegaskan bahwa eskalasi konflik ini mengancam stabilitas energi global jika tidak segera diakhiri.

“Ini memang krisis terbesar dalam sejarah,” ujar Birol seperti dikutip dari Reuters pada Selasa, 21 April 2026. Ia menambahkan bahwa dampak penutupan Selat Hormuz jauh melampaui krisis gas yang sempat dialami Eropa akibat pemblokiran Rusia terkait dukungan terhadap Ukraina.

Birol menjelaskan, krisis energi saat ini ibarat gabungan dari krisis minyak bumi dan krisis gas yang melibatkan Rusia. Besarnya dampak tersebut memaksa IEA untuk melepaskan cadangan minyak sebesar 400 juta barel, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah lembaga itu berdiri.

Iran Ancam Tutup Kembali Selat Hormuz

Otoritas Iran mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz jika Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata. Meskipun beberapa kapal terdeteksi berhasil melewati perairan strategis tersebut dengan aman sejak Jumat, 17 April 2026, Iran menegaskan akan kembali memblokade jika AS melakukan embargo terhadap jalur pelayaran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras, menyatakan bahwa setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap bekerja sama dengan musuh dan menjadi sasaran. “Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” demikian bunyi pengumuman IRGC yang dilaporkan BBC pada Minggu, 19 April 2026.

Advertisement

Sebelumnya, blokade laut yang dilakukan AS dilaporkan menyebabkan 23 kapal niaga tidak dapat melewati Selat Hormuz. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Meski demikian, di tengah ketegangan tersebut, AS telah mengajukan proposal baru untuk mengakhiri perang, yang dilaporkan telah diterima oleh SNSC. Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan optimisme terkait negosiasi tersebut. “Kami sedang melakukan percakapan yang sangat baik. Semuanya berjalan dengan sangat baik,” kata Trump.

Namun, negosiasi yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda pengakhiran perang antara kedua negara.

Sumber: http://money.kompas.com/read/2026/04/21/170855026/perang-as-iran-memicu-krisis-energi-terburuk-dalam-sejarah

Advertisement