Regional

Satu Keluarga di Barito Utara Tewas Dibunuh, Balita 3 Tahun Turut Jadi Korban

Advertisement

PALANGKA RAYA, Kompas.com – Jajaran Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah, berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang merenggut nyawa satu keluarga di wilayah perbatasan Kalteng-Kaltim, Kecamatan Teweh Timur. Tiga orang pelaku telah diringkus setelah melalui proses penyidikan mendalam.

Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febyanto, membeberkan bahwa ketiga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial VN, LK, dan SA. Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Polres Barito Utara, Selasa (21/4/2026).

“Kami memastikan telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Jumlah korban enam orang, lima meninggal dunia dan satu mengalami luka berat. Motif sementara terkait sengketa lahan,” ujar Singgih.

Satu Keluarga Tewas, Balita 3 Tahun Jadi Korban

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) di kawasan hutan dekat jalan hauling perusahaan, tepatnya di kilometer 95 wilayah Teweh Timur. Konflik diduga dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan antara korban dan pelaku yang tidak menemui titik temu.

Korban diketahui merupakan satu keluarga yang berasal dari Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur. Dari enam orang yang berada di lokasi saat kejadian, lima orang dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah akibat serangan senjata tajam.

Lima korban yang meninggal dunia adalah Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), seorang balita berusia 3 tahun, serta Ono (50). Sementara itu, satu korban selamat bernama Alfian (40) mengalami luka serius dan kini dalam kondisi kritis.

Advertisement

Pelaku Sempat Ditanyai Identitas Korban

Berdasarkan keterangan keluarga yang dihimpun pihak kepolisian, Alfian sempat berupaya melarikan diri saat serangan terjadi. Bahkan, sebelum kejadian, salah satu korban sempat mengirimkan pesan suara yang berisi ciri-ciri pelaku.

“Informasi sementara menyebutkan pelaku berjumlah sekitar tiga orang. Mereka datang ke lokasi, sempat menanyakan identitas korban, lalu melakukan penyerangan secara brutal menggunakan senjata tajam,” tutur Singgih.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan, khususnya sengketa lahan, dengan cara kekerasan dan menyerahkannya kepada jalur hukum yang berlaku.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita agar mengutamakan jalan damai dan legal dalam penyelesaian masalah, khususnya sengketa lahan,” pungkasnya.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/21/191705278/satu-keluarga-di-barito-utara-tewas-dibunuh-balita-3-tahun-turut-jadi

Advertisement