Bola

Skandal Prostitusi Guncang Serie A, Bintang Inter dan Milan Diduga Terseret

Advertisement

Skandal prostitusi dan dugaan penyalahgunaan narkoba mengguncang Liga Italia Serie A, dengan puluhan pemain dari klub-klub ternama, termasuk Inter Milan dan AC Milan, diduga terseret dalam jaringan ilegal tersebut. Penyelidikan polisi yang sedang berlangsung di Milan dan Pulau Mykonos, Yunani, mengungkap adanya sebuah perusahaan penyelenggara acara yang diduga menjadi kedok untuk praktik prostitusi dan pesta mewah.

Laporan dari ANSA yang dilansir FCInterNews menyebutkan bahwa empat orang telah ditangkap pada awal pekan ini sebagai bagian dari investigasi yang lebih luas. Tidak hanya pemain dari Inter dan AC Milan, setidaknya 70 atlet dari klub-klub besar seperti Juventus juga dilaporkan menjadi klien dari jaringan ini. Namun, hingga kini, belum ada pemain yang secara resmi masuk dalam daftar penyelidikan atau dakwaan.

Dugaan Penyalahgunaan “Gas Tertawa”

Lebih lanjut, laporan dari Tuttosport menambahkan dimensi lain pada skandal ini, yakni dugaan penyalahgunaan narkoba, khususnya penggunaan “gas tertawa”. Zat ini diduga digunakan oleh para atlet sebagai obat penenang ringan yang menghasilkan euforia. Keunggulan penggunaan zat ini, menurut laporan, adalah tidak meninggalkan jejak dalam tubuh, sehingga sulit dideteksi melalui tes anti-doping.

Mirisnya, praktik ini diduga rutin dilakukan bahkan selama periode lockdown COVID-19, di tengah pembatasan ketat yang berlaku. Perusahaan penyelenggara acara tersebut dilaporkan memasarkan paket-paket “lengkap” yang mencakup hiburan malam, akomodasi mewah, dan “layanan khusus”. Polisi dilaporkan telah menyita aset senilai lebih dari 1,2 juta euro (sekitar Rp 24,1 miliar) yang diduga merupakan hasil keuntungan dari praktik ilegal ini.

Kejaksaan Milan Buka Penyelidikan Resmi

Mengutip dari Yahoo Sports, Kejaksaan Milan secara resmi telah membuka penyelidikan terhadap sebuah agensi yang diduga menjadi otak di balik penyelenggaraan pesta mewah yang melibatkan prostitusi dan “gas tertawa”. Agensi ini diketahui dijalankan oleh pasangan Emanuele Buttini dan Deborah Ronchi di provinsi Cinisello Balsamo.

Advertisement

Investigasi mendalam mengungkap bahwa lebih dari 100 perempuan dari berbagai negara diduga menjadi korban praktik agensi tersebut. Para korban diwajibkan untuk tinggal di kantor pusat perusahaan, menanggung biaya akomodasi sendiri, dan menyerahkan separuh dari pendapatan mereka kepada pihak penyelenggara. Rekaman penyadapan yang dirilis aparat bahkan menangkap momen negosiasi yang melibatkan seorang perempuan asal Brasil.

Saat ini, pasangan Buttini dan Ronchi, bersama dua rekan mereka, berada dalam tahanan rumah. Mereka akan menghadapi dakwaan terkait pengaturan layanan seksual dan pencucian uang. Keterlibatan sejumlah atlet terungkap setelah polisi menelusuri akun Instagram agensi tersebut yang ternyata diikuti oleh beberapa pemain ternama. Selain itu, aliran dana melalui transfer bank antara para tersangka dengan figur publik, termasuk pengusaha besar dan pebalap Formula 1, juga ditemukan.

Sumber: http://bola.kompas.com/read/2026/04/22/06353178/skandal-prostitusi-guncang-serie-a-bintang-inter-dan-milan-diduga-terseret

Advertisement