Inter Milan berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Como dalam leg kedua semifinal Coppa Italia, memastikan langkah mereka ke final dengan agregat 3-2. Kemenangan ini seolah membangkitkan kembali semangat “pazza Inter” di bawah asuhan Cristian Chivu.
Tim tuan rumah sempat tertinggal dua gol lebih dahulu melalui Martin Baturina pada menit ke-32 dan Lucas Da Cunha di menit ke-48. Namun, alih-alih menyerah, skuad asuhan Chivu menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa.
Spirit “Pazza Inter” Kembali
Dua gol balasan dari Hakan Calhanoglu pada menit ke-69 dan ke-86 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pahlawan kemenangan Inter akhirnya muncul dari bangku cadangan, Petar Sucic, yang masuk menggantikan Piotr Zielinski pada menit ke-60. Sucic mencetak gol penentu di menit ke-89, membawa Inter unggul 3-2.
“Kami memiliki skuad yang telah bermain sangat baik sejak awal musim, jadi ketika mereka dipanggil, mereka menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan,” ujar Chivu kepada Sport Mediaset, merujuk pada kontribusi pemain pengganti.
Chivu menekankan pentingnya keberanian para pemainnya dalam menghadapi situasi sulit. “Mereka yang masuk dari bangku cadangan hari ini memahami momen tersebut dan apa yang perlu dilakukan, jadi (Andy) Diouf, Sucic, dan Pio Esposito semuanya melakukan bagian mereka dan menunjukkan keberanian. Ini adalah tim yang semuanya ingin bersaing hingga akhir,” tambahnya.
Rekor Comeback Melawan Como
Ini bukan kali pertama Inter Milan menunjukkan kemampuan bangkit melawan Como dalam waktu berdekatan. Pada pekan ke-31 Liga Italia, Inter juga sempat tertinggal 0-2 saat bertandang ke markas Como, namun berhasil membalikkan keadaan dan menang 4-3.
Kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan dua gol dua kali dalam kurun waktu 10 hari menghadapi tim yang sama, menurut Chivu, adalah ciri khas “pazza Inter”. “Membalikkan ketinggalan 2-0 melawan Como dua kali dalam 10 hari, hanya Pazza Inter yang yang bisa melakukan itu,” ucap Chivu.
Istilah “pazza Inter” dalam bahasa Italia berarti “Inter gila”, merujuk pada sejarah klub yang sering menampilkan pertandingan atraktif dengan hasil yang tak terduga. Sempat ditinggalkan pada era kepelatihan Antonio Conte yang mengutamakan stabilitas, semangat ini kini kembali hidup bersama Chivu.
“Kami menyadari apa yang dilakukan Como, dan kami berhasil mencetak banyak gol ke gawang salah satu tim dengan rekor pertahanan terbaik di Italia,” kata Chivu. “Para pemain ini sangat peduli dengan kebaikan Inter sehingga mereka berjuang sekeras ini untuk membalikkan keadaan.”
Dengan kemenangan ini, Inter Milan berhak melaju ke final Coppa Italia 2025-2026, melanjutkan tradisi mereka dalam perburuan gelar domestik.






