Regional

Berawal dari Pesanan Air Mineral, Pria di Makassar Meringkuk di Sel karena Aniaya Ojol Wanita

Advertisement

Seorang pria berinisial D (29) harus meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Mamajang, Makassar, setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) wanita berinisial R (30). Insiden yang berawal dari pesanan air mineral senilai Rp 5.000 ini sempat memicu kemarahan ratusan rekan korban yang mengepung tempat tinggal pelaku.

Video penangkapan D di indekosnya yang berlokasi di Jalan Badak, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, aparat kepolisian terlihat berupaya keras menghalau massa yang geram dan berusaha menghakimi pelaku.

Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Aeromeda, mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Kami menerima laporan dari salah satu driver ojek online yang mendapatkan penganiayaan dari salah satu customer. Jadi kami sudah mengamankan customer ini,” ujar Tri kepada awak media, Rabu (22/4/2026).

Dipicu Masalah Pembayaran Air Mineral Rp 5.000

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (20/4/2026). Awalnya, pelaku memesan makanan melalui aplikasi. Di tengah proses, pelaku meminta tambahan pesanan berupa satu botol air mineral ukuran besar yang belum terbayar di sistem aplikasi.

Ketika korban tiba mengantarkan pesanan, pelaku berniat membayar air mineral seharga Rp 5.000 tersebut melalui metode transfer. Namun, korban menolak dan meminta pembayaran dilakukan secara tunai.

“Perbedaan pendapat itu memicu cekcok antara keduanya hingga berujung pada dugaan penganiayaan. Korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Mamajang,” jelas Tri. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui telah memukul korban dengan tangan kosong.

Advertisement

Massa Ojol Emosi, Mobil Patroli Rusak

Proses pengamanan pelaku berlangsung dramatis. Polisi harus melakukan negosiasi berulang kali dengan ratusan rekan korban yang terus berdatangan. Akibat emosi yang memuncak, sejumlah pengemudi ojol dilaporkan sempat merusak mobil patroli milik kepolisian saat petugas mencoba mengevakuasi pelaku.

“Iya, pada saat kita mengamankan terlapor, diduga teman-teman ojol ini terbawa emosi, jadi tidak sengaja merusak mobil patroli,” ungkap Tri.

Polisi memastikan proses penyelidikan tetap berjalan dengan mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV di lokasi kejadian dan keterangan saksi-saksi. Tri juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan komunitas ojol untuk mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Sumber: http://makassar.kompas.com/read/2026/04/22/201357578/berawal-dari-pesanan-air-mineral-pria-di-makassar-meringkuk-di-sel-karena

Advertisement