BEKASI, KOMPAS.com – Gapura ikonik Kota Bekasi yang telah berdiri selama sepuluh tahun di Jalan HM Joyomartono, Bekasi Timur, mulai dibongkar sejak Selasa (21/4/2026) malam. Pembongkaran ini dilakukan untuk memfasilitasi pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu (22/4/2026) sore menunjukkan bahwa beberapa bagian konstruksi gapura telah dilepas. Namun, struktur utama masih berdiri tegak dengan penyangga di kedua sisi jalan. Aktivitas lalu lintas di area tersebut terpantau ramai dan lancar, dengan berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk, tetap melintas di bawahnya.
Alasan Pembongkaran dan Rencana ke Depan
Sub Koordinator Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Ridwan Muarif, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk membangun kembali gapura tersebut. “Untuk pembangunan ulang belum ada rencana. Dan itu dibongkar karena nanti posisi tersebut dilintasi oleh trase Tol Becakayu,” ungkap Ridwan melalui pesan kepada Kompas.com, Rabu.
Ridwan menjelaskan bahwa sebelum pembongkaran dimulai, pihaknya telah melakukan kajian teknis yang komprehensif. Selain itu, pengaturan lalu lintas selama proses pembongkaran juga telah dibahas secara matang. “Sebelum dilakukan pembongkaran, dilakukan terlebih dahulu pembahasan teknis pekerjaan dan rekayasa lalu lintasnya dengan Dishub, Satlantas, dan unsur wilayah,” ujarnya.
Kewenangan Pembangunan Tol Becakayu
Meskipun demikian, Ridwan menegaskan bahwa jadwal pasti pembangunan Tol Becakayu berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. DBMSDA Kota Bekasi hanya berperan memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan trase jalan tol dan aspek teknis pembangunannya. “Dari DBMSDA hanya memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan trase jalan tol dan teknis pembangunannya nanti,” kata Ridwan.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menambahkan bahwa pembongkaran gapura tidak hanya disebabkan oleh trase proyek Tol Becakayu, tetapi juga karena kondisinya yang sudah rusak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. “Kalau lancar sih seminggu juga selesai. Pekerjaan dilakukan mulai dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB,” kata Idi saat dihubungi melalui pesan, Jumat (17/4/2026).
Tahap Pembangunan Tol Becakayu
Idi Sutanto menjelaskan bahwa proyek Tol Becakayu saat ini masih dalam tahap persiapan, termasuk proses lelang. “Sekarang masih proses lelang, kemungkinan di akhir tahun ini sudah mulai (pembangunan),” tuturnya.






