Lestari

Bisnis Global Tetap Fokus pada Isu Iklim, Tapi Ubah Pesan Keberlanjutannya

Advertisement

Bisnis global menunjukkan pergeseran strategi dalam mengkomunikasikan komitmen terhadap aksi iklim. Alih-alih menekankan tujuan net zero secara langsung, banyak perusahaan kini memilih untuk menyoroti aspek ketahanan dan pengurangan risiko sebagai respons terhadap keraguan publik yang dipicu oleh dinamika media dan politik terkait isu perubahan iklim.

Meski demikian, survei terbaru dari British Standards Institution (BSI) menemukan bahwa mayoritas perusahaan tetap teguh pada komitmen aksi iklim mereka. Perubahan pesan ini tidak serta merta mengurangi fokus pada keberlanjutan, melainkan sebuah adaptasi taktis untuk menjaga momentum di tengah ketidakpastian.

Laporan bertajuk G7 Net Zero Temperature Check ini mengumpulkan data dari lebih dari 7.000 pemimpin bisnis di Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang. Hasilnya menunjukkan bahwa, di balik perubahan narasi, keyakinan terhadap manfaat strategis dan peluang jangka panjang dari transisi iklim tetap kuat.

Komitmen yang Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Sebanyak 78 persen responden survei BSI menyatakan akan terus mengejar target net zero tanpa terpengaruh oleh ketidakpastian politik, dengan alasan bahwa hal tersebut menguntungkan bagi bisnis mereka. Angka yang hampir sama, 76 persen, menyebutkan dorongan ekspektasi dari pelanggan sebagai alasan utama.

Secara keseluruhan, 83 persen pemimpin bisnis yang disurvei berkomitmen untuk mencapai target net zero sesuai dengan target nasional masing-masing negara. Fenomena menarik lainnya adalah peningkatan aktivitas net zero; 69 persen perusahaan melaporkan peningkatan aksi mereka dalam 12 bulan terakhir, sementara hanya 4 persen yang mengaku menguranginya.

Prospek investasi pun cenderung positif. 38 persen responden yakin akan menambah investasi untuk net zero dalam 12 bulan ke depan, berbanding terbalik dengan 25 persen yang memperkirakan adanya pengurangan investasi.

Manfaat Strategis Aksi Iklim

Keputusan untuk tetap melanjutkan komitmen net zero didorong oleh pengakuan para pemimpin bisnis terhadap keuntungan dan nilai strategis dalam mempersiapkan diri menghadapi transisi iklim. Survei mencatat bahwa 75 persen responden setuju net zero krusial bagi ketahanan bisnis di masa depan.

Lebih lanjut, 74 persen responden berpendapat bahwa risiko ketidaktransisian ke net zero jauh lebih besar daripada risiko saat melakukannya. Hampir tiga perempat responden (73 persen) juga sepakat bahwa upaya net zero yang konsisten akan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang justru mengurangi aksi iklim.

Keyakinan terhadap relevansi politik isu iklim dalam jangka panjang juga tinggi. 79 persen responden setuju bahwa net zero akan kembali menjadi prioritas politik dalam sepuluh tahun ke depan, mendorong mereka untuk terus berupaya mencapainya.

Advertisement

Perubahan komunikasi menjadi salah satu temuan penting. Sebanyak 61 persen pemimpin bisnis melaporkan telah mengubah pesan terkait program net zero mereka. Fokus bergeser dari narasi lingkungan semata ke arah penekanan pada ketahanan, pengurangan risiko, dan kesiapan jangka panjang.

Tantangan yang Dihadapi Bisnis

Meskipun komitmen secara umum tetap kuat, situasi politik yang tidak menentu mulai memberikan dampak nyata pada banyak bisnis. 32 persen responden mengaku telah merevisi rencana net zero mereka, dan 33 persen mengevaluasi ulang target, bahkan 13 persen di antaranya membatalkan target.

Ketidakpastian kebijakan menjadi hambatan signifikan. 76 persen responden merasa kesulitan untuk berinvestasi dengan percaya diri akibat hal ini. Sekitar jumlah yang sama juga setuju bahwa perusahaan mereka akan tetap mengambil langkah pengurangan emisi, namun enggan menonjolkan target net zero secara agresif.

Di luar ketidakpastian politik, tantangan utama lain yang menghambat kemajuan aksi net zero perusahaan meliputi biaya (26 persen), kurangnya pendanaan untuk investasi teknologi ramah lingkungan (25 persen), serta defisit keterampilan dan pengetahuan internal (23 persen).

“Kejadian geopolitik belakangan ini memperjelas pentingnya keamanan energi dan peran energi terbarukan. Hal ini juga menunjukkan pentingnya pola pikir ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim, dengan fokus pada pengurangan risiko, pengelolaan rantai pasok, dan kesiapan masa depan,” ujar Susan Taylor Martin, CEO BSI.

Ia menambahkan, “Jelas bahwa banyak pemimpin bisnis sudah berpikir seperti ini dan menyadari bahwa jika tidak berinvestasi pada net zero, operasi mereka bisa terancam dalam jangka panjang.”

Sumber: http://lestari.kompas.com/read/2026/04/22/143000686/bisnis-global-tetap-fokus-pada-isu-iklim-tapi-ubah-pesan-keberlanjutannya

Advertisement