Regional

Canggih! ITS Pasang AI “Pemburu” Joki UTBK 2026

Advertisement

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) berupa face recognition untuk mencegah praktik joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga integritas dan keadilan proses seleksi bagi seluruh peserta.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyatakan bahwa hingga hari pertama pelaksanaan UTBK pada Rabu, 22 April 2026, belum ditemukan adanya peserta yang terindikasi menggunakan joki atau melakukan kecurangan lainnya. Namun, pencegahan tetap menjadi prioritas utama.

“Karena itu juga bisa menjadi celah bahwa yang daftar ulang nanti bukan orang yang ikut ujian, misalnya mirip atau data waktu itu dirubah, diatur, kita enggak tahu,” ujar Bambang Pramujati dalam keterangannya.

Teknologi AI face recognition diimplementasikan sejak tahap pendaftaran ulang. Sistem ini bertugas mencocokkan wajah peserta dengan foto yang tertera pada kartu ujian. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa orang yang mendaftar adalah orang yang sama yang mengikuti ujian.

“Sehingga itu semua kita lakukan menggunakan AI untuk face recognition dan mengenali data-data yang dari awal sudah di-upload supaya itu memastikan orang yang sama,” imbuhnya.

Selain itu, ITS juga melakukan pemeriksaan menggunakan metal detector pada setiap peserta sebelum memasuki ruangan ujian. Pemeriksaan ini mencakup area yang mungkin disalahgunakan untuk membawa alat komunikasi atau perekam, termasuk pada bagian telinga dan kacamata.

“Misalnya yang putri biasanya pakai hijab apalagi itu dicek semuanya, telinga, kacamata karena sekarang banyak kacamata yang digunakan sebagai kamera, alat komunikasi. Semoga saja tidak ada tidak ada kecurangan yang dilakukan,” terangnya.

Apabila kecurangan tetap terjadi, pihak ITS akan mengikuti prosedur standar yang berlaku, termasuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan melaporkannya ke pusat. Jika diperlukan, kasus tersebut akan diteruskan kepada aparat penegak hukum.

“Kita mesti akan BAP (Berita Acara Pemeriksaan), kemudian kita akan laporkan ke pusat dan itu kalau itu misalnya joki ya. Kalau memang standarnya di pusat itu harus ke aparat kita tentunya akan lakukan ke sana,” jelasnya.

Bambang Pramujati menekankan bahwa praktik joki sangat merugikan peserta lain yang telah mempersiapkan diri secara optimal. Oleh karena itu, pencegahan menjadi kunci demi kelancaran dan keadilan ujian.

“Saya rasa kita harus mencegah joki terjadi, agar berlangsung secara fair dan kita memiliki kesempatan paling yang sama pada semua peserta,” tegasnya.

Pelaksanaan UTBK SNBT 2026

Pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini berlangsung mulai tanggal 22 hingga 29 April 2026. ITS menyediakan 48 titik lokasi ujian untuk mengakomodasi total 12.586 peserta yang mendaftar. Perkiraan jumlah peserta per hari mencapai 1.022 orang.

Advertisement

Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat ada 38 peserta yang tidak hadir dari total 1.022 peserta yang terdaftar.

Untuk menunjang kelancaran proses ujian, ITS telah menambah dua server dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan ini bertujuan untuk memperlancar proses update jawaban peserta dan proses update jawaban dari pusat.

“Kemudian nanti proses update jawaban dari Pusat juga bisa berlangsung dengan lancar. Tadi kita semua sudah melihat, semua berjalan alhamdulillah masih berjalan, semoga saja berjalan dengan baik sampai selesai proses itu di 48 lokasi yang saat ini disiapkan,” kata Bambang Pramujati.

Sebelumnya, ITS telah melakukan uji coba berkali-kali terkait server dan jaringan internet untuk memastikan kesiapan pelaksanaan UTBK..

“Hari ini ada hanya sekitar 6.000 yang siswa ataupun yang mengakses internet, biasanya setiap hari 11.000, karena kebetulan di lokasi-lokasi di mana UTBK dilaksanakan, maka kampus diliburkan, kuliahnya online,” jelasnya.

“Sehingga harapannya dengan online ya mengurangi jumlah orang yang masuk ke jaringan, dan kita memang sudah pastikan jaringan itu insyaallah aman,” tambahnya.

Meskipun sedang ada beberapa pembangunan di area kampus, pihak ITS memastikan tidak akan mengganggu jalannya pelaksanaan ujian.

“Kita juga pastikan tidak ada proses pekerjaan yang harus menggali tanah atau apa sehingga jangan sampai nanti tiba-tiba ada kabel yang tergali atau apa dan sebagainya,” terangnya.

Ke depannya, ITS berencana untuk meningkatkan layanan bagi peserta, salah satunya dengan membuka jam operasional kantin lebih awal agar peserta yang datang pagi dapat sarapan sebelum ujian.

“Nah, kami tadi menyampaikan ke teman-teman apakah kantin bisa buka lebih awal sehingga yang datang pagi, mereka bisa sarapan dulu di kantin atau ada yang jual nasi bungkus,” tutupnya.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/22/134014478/canggih-its-pasang-ai-pemburu-joki-utbk-2026

Advertisement