Regional

Lima Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat karena Kondisi Kesehatan hingga Hamil

Advertisement

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Lima calon jemaah haji asal Kabupaten Sleman terpaksa menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci tahun ini. Pembatalan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mayoritas terkait kondisi kesehatan, termasuk kehamilan.

Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Siti Bahronah, mengonfirmasi bahwa kelima calon jemaah yang batal berangkat tersebut sudah melunasi biaya haji. Posisi mereka akan segera diisi oleh calon jemaah dari daftar tunggu.

“Yang batal berangkat untuk yang sudah lunas kira-kira ada lima. Nanti cadangan masuk. Cadangan yang kemarin sudah melunasi administrasi,” ujar Siti Bahronah di sela-sela pemberangkatan jemaah calon haji di Masjid Agung Sleman, Rabu (22/04/2026).

Menurut Siti, alasan utama pembatalan keberangkatan adalah kondisi kesehatan. Beberapa calon jemaah yang batal berangkat adalah lansia, sementara yang lain sedang dalam kondisi hamil, khususnya di trimester awal yang tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan.

“Macam-macam, tapi rata-rata kondisi kesehatan. Ada yang sepuh (sudah lanjut usia), ada yang hamil juga. Justru trimester awal, kan untuk penerbangan tidak boleh,” tuturnya.

Meskipun demikian, kuota haji untuk Kabupaten Sleman pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Jika biasanya hanya sekitar 1.200 jemaah, tahun ini kuota bertambah menjadi sekitar 1.500 orang.

Skema Pendamping Jemaah Lansia dan Berkebutuhan Khusus

Kementerian Agama telah menyiapkan skema pendampingan khusus bagi calon jemaah haji lanjut usia (lansia) dan jemaah berkebutuhan khusus. Pendamping ini diharapkan berasal dari keluarga inti, seperti anak, suami atau istri, dan saudara kandung.

Advertisement

“Itu dengan kuota-kuota khusus mengajukan, dengan syarat-syarat tertentu juga sesuai dengan undang-undang yang ada. Syaratnya untuk penggabungan ataupun pendamping lansia itu minimal sudah terdaftar lima tahun sebelum tahun keberangkatan,” jelas Siti.

Jemaah Tertua dan Termuda di Sleman

Pada tahun ini, calon jemaah haji tertua yang terdaftar di Kabupaten Sleman berusia 97 tahun. Jemaah tertua ini masuk dalam kategori prioritas lansia, yang memang dialokasikan kuota sebesar 5 persen setiap tahunnya.

Sementara itu, calon jemaah haji termuda tercatat berusia 19 tahun.

“Usia paling sepuh di Sleman itu usianya 97 tahun, beliau prioritas lansia. Mendapatkan prioritas lansia karena kan setiap tahun ada prioritas lansia 5 persen,” pungkasnya.

Sumber: http://yogyakarta.kompas.com/read/2026/04/22/154848278/lima-calon-jemaah-haji-sleman-batal-berangkat-karena-kondisi-kesehatan

Advertisement