Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan peran krusial Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam menaikkan alokasi dana bantuan pascabencana banjir di wilayahnya. Awalnya, dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk Sumatera Utara hanya sebesar Rp 2,1 triliun dari total Rp 56 triliun yang disiapkan pemerintah pusat. Padahal, kerugian akibat bencana alam yang terjadi pada November 2025 itu diperkirakan mencapai Rp 30 triliun.
Bobby menceritakan momen tersebut dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Pemprov Sumut 2027 di Hotel Santika Medan, Rabu (22/4/2026). “Yang kita ketahui awalnya renduk (rencana induk) batuan untuk Sumatera Utara (pascabencana) itu hanya Rp 2,1 triliun, tapi malam sebelumnya, sebelum diumumkan, kami sudah dapat kisi-kisi, saya telepon mengadu langsung kepada Pak Mendagri,” ujar Bobby.
Pada saat Musrembang tersebut, Tito Karnavian turut hadir. Bobby melanjutkan, setelah menerima laporan dari Gubernur Sumatera Utara, Tito segera berkoordinasi dengan kementerian terkait penanganan bantuan pascabencana. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana dana bantuan bencana untuk Sumatera Utara akhirnya dinaikkan menjadi Rp 23,32 triliun.
“Hari ini, alhamdulillah Pak Menteri, minggu lalu juga sudah disampaikan dana renduk kita untuk R3P naik dari Rp 2,1 triliun naik menjadi Rp 23 triliun lebih. Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri Dalam Negeri,” ungkap Bobby.
Kekecewaan Bobby Sebelumnya
Sebelumnya, Bobby Nasution sempat menunjukkan kekecewaannya terkait alokasi dana pemulihan banjir ini. Kekecewaan tersebut mencuat dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas R3P yang diselenggarakan pada akhir Februari lalu. Pada rapat virtual tersebut, Bobby sempat melakukan aksi walk out.
Ia menilai terdapat ketimpangan data yang signifikan antara kebutuhan riil di lapangan dengan alokasi yang tercantum dalam rencana induk (Renduk) pemerintah pusat. Dari total anggaran Renduk untuk wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang mencapai Rp 56 triliun, Sumatera Utara hanya mendapatkan alokasi sebesar Rp 2,11 triliun.
Bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada 25 November 2025 itu menimbulkan dampak yang sangat masif. Data dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat, bencana tersebut berdampak pada lebih dari 1,8 juta jiwa. Sebanyak 376 orang dilaporkan meninggal dunia dan 40 orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga kini. Selain ribuan rumah yang rusak berat atau hilang, kerusakan infrastruktur juga dilaporkan meluas di berbagai wilayah terdampak bencana.






