Regional

Pemprov Jabar Bersama Pemkot Bandung Tata Kawasan Gedung Sate dan Monju, Tata PKL dan Parkir Liar

Advertisement

BANDUNG, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program penataan kawasan terpadu di sekitar Gedung Sate dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju). Langkah ini diambil untuk menciptakan ruang publik yang nyaman, bersih, dan tertib bagi masyarakat serta meningkatkan citra pusat kota.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tujuannya adalah menjadikan area tersebut sebagai pusat kota yang lebih rapi dan menyenangkan untuk dimanfaatkan oleh warga.

“Karena ini masuk wilayah Kota Bandung, maka kami harus berkoordinasi, kulonowun,” ujar Herman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026). “Ke depan, penataan kawasan Gedung Sate dan Monju akan dilakukan bersama, mulai dari kebersihan, taman, jalan hingga aspek keamanan.”

Herman menekankan bahwa penataan ini mencakup aspek fisik kawasan hingga penertiban lingkungan sekitarnya. Rencana tersebut meliputi penataan spanduk dan baliho, pedagang kaki lima (PKL), serta penguatan sektor keamanan.

“Kita ingin kawasan ini menjadi contoh. Sebuah ruang kota yang bersih, indah, nyaman, dan aman, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai ruang terbuka hijau untuk beraktivitas dan bercengkrama,” tambah Herman.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung penuh program penataan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerja sama ini akan melibatkan berbagai aspek pengelolaan kota.

Advertisement

Iskandar Zulkarnaen memaparkan, kolaborasi antara kedua pemerintah daerah ini akan mencakup pengelolaan sampah, perbaikan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, hingga peningkatan keamanan. Selain itu, penanganan parkir liar, rekayasa lalu lintas, penataan PKL, serta ketertiban kawasan juga menjadi fokus utama.

“Ujungnya tentu pada peningkatan pariwisata,” kata Iskandar. “Kalau kota sudah bersih, indah, nyaman, dan aman, maka kunjungan wisata akan meningkat dan berdampak pada pendapatan daerah.” Ia berharap kawasan Gedung Sate dapat menjadi contoh penataan kota yang baik di Jawa Barat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menegaskan pentingnya menjaga citra ibu kota provinsi agar tertata dengan baik. “Ini Ibu Kota, Ibu Kota jangan lebih jelek dari ibu tiri,” tegasnya.

Sumber: http://bandung.kompas.com/read/2026/04/22/153026678/pemprov-jabar-bersama-pemkot-bandung-tata-kawasan-gedung-sate-dan-monju-tata

Advertisement