JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur berhasil mengungkap sindikat pencurian dengan modus mengganjal Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Empat orang pelaku telah diamankan dalam operasi ini.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, mengungkapkan bahwa salah satu pelaku memiliki rekam jejak kejahatan yang cukup panjang, bahkan telah beraksi sebanyak tujuh kali sejak bebas dari penjara.
“Pemeriksaan awal kami, ini ada pelaku yang telah melakukan aksinya itu sebanyak tujuh kali setelah dia keluar (penjara) karena ada salah satu pelaku juga memang residivis untuk kejahatan serupa,” ujar Bayu di Markas Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).
Menurut Bayu, keempat pelaku memiliki peran yang spesifik dalam menjalankan aksinya. Pelaku berinisial HF bertugas mengganjal lubang kartu ATM menggunakan tusuk gigi yang telah dimodifikasi. Tujuannya agar kartu ATM korban tersangkut saat dimasukkan.
Selanjutnya, pelaku berinisial A berperan mengamati nomor PIN yang dimasukkan oleh korban. Ia juga bertugas berpura-pura menawarkan bantuan ketika kartu ATM korban macet di mesin.
“Pelaku dengan inisial AT yang berperan untuk mengalihkan korban dan menyarankan korban untuk melapor ke bank terdekat, sehingga korban meninggalkan mesin ATM beserta dengan kartu ATM yang tersangkut,” jelas Bayu.
Peran terakhir diemban oleh pelaku berinisial D, yang bertugas mengambil kartu ATM korban setelah korban meninggalkan mesin.
Aksi sindikat ini tidak hanya terbatas di wilayah Jakarta Timur. Bayu menambahkan bahwa para pelaku telah melancarkan aksinya di berbagai daerah lain.
“Pemeriksaan kami sementara, untuk yang wilayah Jakarta Timur di wilayah Cipayung, untuk lain-lainnya itu beberapa di luar wilayah Jakarta Timur ada di Cilegon dan di Jawa Tengah dan di tempat-tempat lainnya,” pungkasnya.






