Regional

TPA Bengkala Overload, Pemkab Buleleng Minta Warga Pilah Sampah Sendiri

Advertisement

BULELENG, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, mendesak warganya untuk mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Imbauan ini dilayangkan menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala yang kini telah melebihi kapasitas atau mengalami overload.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menjelaskan bahwa peningkatan volume sampah harian memberikan tekanan signifikan terhadap daya tampung TPA Bengkala. “TPA Bengkala ini memiliki luas sekitar 7,8 hektar dan lebih banyak menampung sampah dari wilayah perkotaan karena sebagian besar desa sudah memiliki TPS3R,” ujar Supriatna usai meninjau langsung kondisi TPA Bengkala di Kecamatan Kubutambahan, Rabu (22/4/2026).

Situasi kian mendesak mengingat hanya sekitar 12 persen dari total 400 meter kubik sampah yang masuk setiap harinya yang berhasil dikelola. “Dari total sekitar 400 meter kubik sampah yang masuk setiap hari, hanya sekitar 12 persen yang dapat dikelola. Jika tidak dilakukan pemilahan dari sumbernya, maka sampah akan terus menumpuk,” tegasnya.

Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah

Supriatna menambahkan, langkah paling krusial saat ini adalah mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya guna mengurangi beban TPA. Langkah ini sejalan dengan penyesuaian sistem pengelolaan sampah yang sedang dilakukan Pemkab Buleleng.

Sebelumnya, Kabupaten Buleleng menerapkan sistem open dumping atau pembuangan tanpa pengolahan. Namun, sistem ini kini tidak lagi diizinkan oleh pemerintah pusat, sehingga beralih ke sistem controlled landfill atau penimbunan terkendali.

Advertisement

“Karena itu, kami memohon kesadaran masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga,” pintanya.

Pengangkutan Sampah Berdasarkan Jenis

Untuk mendukung kebijakan baru ini, sistem pengangkutan sampah kini diatur berdasarkan jenisnya. Sampah organik akan diangkut pada tanggal ganjil, sementara sampah anorganik dijadwalkan pada tanggal genap.

Supriatna menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. “Jika tidak dilakukan pemilahan dari sumbernya, maka sampah akan terus menumpuk,” pungkasnya.

Sumber: http://denpasar.kompas.com/read/2026/04/22/151832778/tpa-bengkala-overload-pemkab-buleleng-minta-warga-pilah-sampah-sendiri

Advertisement