Regional

Fasilitasi Peserta Disabilitas, ISBI Sediakan Ruangan Khusus dan Pendamping Pembaca Soal UTBK 2026

Advertisement

BANDUNG, KOMPAS.com – Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test (UTBK-SNBT) 2026. Kampus ini menyediakan fasilitas khusus bagi 20 peserta disabilitas dari total 8.247 peserta yang terdaftar.

Pelaksanaan ujian tahun ini terbagi di dua lokasi, yakni kampus ISBI Bandung dan Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai mitra. Total terdapat 18 ruang ujian yang disiapkan, terdiri dari 10 ruang di ISBI dan 8 ruang di UTB, dengan kapasitas keseluruhan mencapai 8.400 kursi.

Ujian yang berlangsung selama 10 hari, mulai dari 21 hingga 30 April 2026, dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Bandung sekaligus Ketua Pelaksana, Indra Ridwan, menegaskan bahwa pelaksanaan UTBK tahun ini mengikuti Prosedur Operasional Baku (POB) UTBK 2025.

Dari 20 peserta disabilitas yang mengikuti ujian di ISBI Bandung, sebanyak 13 di antaranya merupakan tunarungu dan 7 lainnya tunadaksa. Indra menjelaskan pentingnya identifikasi jenis disabilitas untuk menentukan pelayanan yang tepat.

“Jadi, disabilitas itu macam-macam tipenya, dari 20 yang ujian di ISBI Bandung, kita coba identifikasi disabilitasnya, misalnya dengar atau tunarungu dan lain sebagainya,” kata Indra saat ditemui di Kampus ISBI Bandung, Selasa (22/4/2026).

Setelah identifikasi, pihak kampus menyiapkan ruangan khusus dan fasilitas penunjang untuk memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas, demi kenyamanan dan ketertiban selama ujian.

“Ada ruangan khusus ya, ada yang hanya untuk menangani dua orang dengan tipe dari disabilitas tertentu, ada yang hanya untuk satu orang dan ada untuk yang sisanya,” jelasnya.

Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT, Redhiana Langen Tresna, menambahkan bahwa tiga dari 20 peserta disabilitas tersebut menggunakan kursi roda. Salah satunya adalah peserta tunadaksa yang membutuhkan pendamping untuk membacakan soal ujian.

“Salah satu permintaan peserta tersebut tunadaksa, dia bisa melaksanakan ujian kalau di bacakan soalnya,” ungkap Redhiana.

Advertisement

ISBI Bandung telah menyediakan ruangan khusus bagi peserta yang menggunakan kursi roda, serta ruangan terpisah bagi peserta disabilitas yang memerlukan pendamping untuk membacakan soal.

“Untuk ruangan masuk, kami siapkan ruangan khusus ujian kursi roda dan ujian untuk peserta yang menggunakan kaki,” tuturnya.

Di sisi teknis, Koordinator Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Ikhsan Pratama Haskara Maulana menyampaikan adanya penggunaan sistem baru bernama UTBK OS.

“Tahun ini tim pelaksana di nahkodai Unpad membuat suatu sistem yang disebut UTBK OS sehingga awal tahap, Januari kita survei untuk perangkat dimiliki ISBI Bandung, apakah kompatibel atau tidak untuk UTBK OS,” ujar Ikhsan.

Sistem UTBK OS diklaim memiliki keunggulan dalam mencegah gangguan selama ujian karena tidak dapat ditembus oleh aplikasi eksternal.

“Kalau tahun lalu masih ada kejadian memang terjadi seperti adanya penggunaan aplikasi remote. Tahun ini tak bisa dilakukan, aplikasi tahun ini tak dapat menerima input diluar sistem OS itu,” jelasnya.

Selain itu, perbedaan signifikan pada sistem pendaftaran juga diterapkan untuk mencegah potensi kerugian bagi peserta.

“Kemudian selain UTB OS ini dari sisi sistem pendaftaran pun terjadi perbedaan yang sangat signifikan sehingga akan mencegah kejadian yang merugikan peserta,” imbuh Ikhsan.

Sumber: http://bandung.kompas.com/read/2026/04/21/202958478/fasilitasi-peserta-disabilitas-isbi-sediakan-ruangan-khusus-dan-pendamping

Advertisement