Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang dirayakan setiap tanggal 22 April, para pegiat kecantikan atau beauty enthusiast kini memiliki cara tersendiri untuk berkontribusi. Alih-alih sekadar menanam pohon atau mendaur ulang sampah, mereka dapat merayakan hari penting ini dengan mendukung berbagai brand lokal yang mengusung konsep ramah lingkungan. Berikut adalah lima rekomendasi brand kecantikan lokal yang patut dilirik.
From This Island: Komitmen dari Bumi, untuk Bumi
Sesuai dengan namanya, brand lokal yang didirikan oleh aktris dan musisi Maudy Ayunda ini menempatkan alam dan keberlanjutan sebagai prioritas utama. From This Island memiliki komitmen kuat terhadap lingkungan, yang diwujudkan melalui berbagai inisiatif. Dilansir dari situs resminya, brand ini mendedikasikan 1% dari hasil penjualannya untuk mendukung isu sosial dan lingkungan di Indonesia.
Selain itu, From This Island juga aktif memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sebagai bahan baku produknya. Beberapa di antaranya adalah buah tengkawang yang tumbuh subur di Kalimantan dan buah merah dari pegunungan tinggi Papua. Upaya ini menunjukkan bagaimana produk kecantikan dapat bersinergi dengan kelestarian alam.
Kusuma Kosmetika: Peran Serta dalam Penghijauan
Bagi para pencinta kosmetik lokal, Kusuma Kosmetika bukanlah nama yang asing. Dikenal tidak hanya karena kualitas bronzer dan penamaan produk yang kental dengan nuansa Indonesia, brand ini juga menunjukkan orientasi yang kuat terhadap lingkungan. Belum lama ini, Kusuma Kosmetika meluncurkan program “Tanam Tumbuh” bekerja sama dengan Lindungi Hutan.
Program kolaboratif ini bertujuan untuk menanam 700 pohon mangrove di wilayah Garut dan Mempawah. Langkah ini menjadi bukti nyata bagaimana brand kecantikan dapat berkontribusi langsung pada upaya penghijauan dan pelestarian ekosistem pesisir.
Skin Dewi: Program Daur Ulang Berhadiah
Skin Dewi menawarkan sebuah program menarik bagi konsumen yang ingin berpartisipasi dalam upaya daur ulang. Brand ini memiliki program recycle yang dirancang untuk memotivasi pelanggan agar aktif mengirimkan kembali kemasan produk mereka. Sebagai bentuk apresiasi, Skin Dewi memberikan hadiah produk bagi para partisipan.
Konsumen yang berhasil mengumpulkan 15 botol kosong Skin Dewi akan mendapatkan Free Moisturizing Raspberry Lip Butter 2.3 gr. Sementara itu, pengumpulan 25 botol kosong akan dihadiahi Free Ginkgo Biloba Hydrating Serum 5gr. Program ini secara efektif mendorong konsumen untuk tidak membuang kemasan sembarangan dan turut berkontribusi pada pengurangan limbah.
Sensatia: Pemberdayaan Komunitas dan Lingkungan
Sejak didirikan di Bali pada tahun 2000, Sensatia memiliki visi yang jelas untuk menjadi brand skincare yang memberdayakan komunitas lokal. Upaya pemberdayaan ini juga merambah pada aspek menjaga keberlangsungan lingkungan. Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah penggunaan tas belanja berbahan biodegradable yang terbuat dari serat singkong.
Selain itu, Sensatia juga menggalakkan program daur ulang botol kosong. Dengan demikian, produk yang sampai ke tangan konsumen, baik kemasan maupun isinya, diharapkan tidak hanya berakhir sebagai sampah. Pendekatan holistik ini menunjukkan kesadaran brand terhadap dampak lingkungan dari hulu ke hilir.
Avoskin: Transparansi dalam Keberlanjutan
Avoskin menunjukkan inovasi dalam penggunaan kemasan produk yang lebih ramah lingkungan. Brand ini memanfaatkan kemasan plastik yang berasal dari pengolahan tebu, sebuah langkah yang membuat produk mereka lebih mudah didaur ulang. Melalui program “Love Avoskin Love Earth”, Avoskin berupaya keras untuk menciptakan produk dan citra brand yang berkelanjutan.
Transparansi menjadi kunci dalam upaya keberlanjutan Avoskin. Di situs resminya, brand ini secara terbuka memaparkan perkembangan program mereka. Hingga kini, Avoskin telah berhasil mendaur ulang lebih dari 37 ribu kemasan kosong, menanam lebih dari 2 ribu pohon, dan memproduksi 300 merchandise dari hasil program daur ulang. Data ini menunjukkan dampak nyata dari komitmen mereka terhadap bumi.






