MALANG, KOMPAS.com – Seorang siswi Sekolah Rakyat di Kota Malang berinisial NIN (18) mencoba mengakhiri hidupnya dengan memanjat tangga tandon air di lingkungan sekolah. Aksi percobaan bunuh diri ini terjadi pada Senin (20/4/2026) malam dan berhasil digagalkan berkat kesigapan petugas serta pihak sekolah.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban sedang beristirahat di dalam kamar. Ia sempat dipanggil oleh seorang guru namun tidak mendengar, hingga kemudian ditegur oleh seorang temannya.
Merasa sakit hati atas teguran tersebut, NIN segera bergegas menuju tangga tandon air yang terletak di area sekolah dengan niat untuk melompat dari ketinggian. Melihat aksi berbahaya tersebut, pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan melaporkan kejadian ini kepada kepolisian dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang.
Proses Evakuasi Dramatis
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis dan memakan waktu beberapa jam. Petugas bersama saksi di lokasi harus melakukan upaya persuasi yang intensif untuk membujuk NIN agar mengurungkan niatnya.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa upaya persuasif yang dilakukan oleh petugas kepolisian, tim Damkar, dan rekan-rekan sekolah korban akhirnya membuahkan hasil.
“Petugas kepolisian bersama tim Damkar dibantu saksi dari pihak keamanan sekolah telah berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat,” ujar Lukman, Selasa (21/4/2026).
NIN, yang tercatat sebagai siswi kelas 3 SMA, akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat pada Selasa dini hari, sekitar pukul 01.20 WIB.
Riwayat Kesehatan Mental
Ipda Lukman Sobikhin menambahkan bahwa aksi nekat ini dipicu oleh rasa sakit hati korban setelah ditegur oleh temannya. Lebih lanjut, berdasarkan hasil penyelidikan, percobaan bunuh diri yang dilakukan NIN bukanlah kali pertama. Korban diketahui memiliki riwayat kesehatan mental.
“Saat ini, korban telah dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan medis serta penanganan psikis lebih lanjut agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.






