New Delhi, ibu kota India, mengambil langkah tak lazim untuk melindungi ribuan siswanya dari ancaman gelombang panas yang diperkirakan akan melanda. Direktorat Pendidikan New Delhi telah menginstruksikan seluruh sekolah di wilayah metropolitan tersebut untuk membunyikan bel air secara berkala sebagai pengingat agar siswa minum cukup air.
Arahan ini dikeluarkan menyusul prediksi gelombang panas ekstrem yang diperkirakan akan melanda kota berpenduduk lebih dari 30 juta jiwa tersebut. Selain inisiatif “bel air”, sekolah juga diminta untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, menggantinya dengan kegiatan di tempat teduh atau dalam ruangan, dan tidak diperkenankan mengadakan kelas di udara terbuka.
Inisiatif “Bel Air” dan Sistem Pendamping
Surat edaran yang dikeluarkan Direktorat Pendidikan New Delhi menekankan pentingnya hidrasi bagi siswa di tengah cuaca panas. Salah satu poin terpenting adalah penerapan sistem “Bel Air”, di mana bel akan dibunyikan setiap 45 hingga 60 menit untuk mengingatkan siswa agar minum air guna mencegah dehidrasi.
Lebih jauh, sekolah diwajibkan menerapkan sistem pendamping antar siswa. “Setiap siswa dapat dipasangkan dengan siswa lain selama jam sekolah untuk memantau dan menjaga kesejahteraan fisik satu sama lain,” demikian bunyi surat edaran tersebut, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan.
Peringatan Cuaca Panas dari BMKG India
Departemen Meteorologi India sendiri telah mengeluarkan “peringatan kuning” untuk wilayah Delhi, menandakan potensi gelombang panas yang signifikan, terutama menjelang akhir pekan. Pada Rabu pagi (22/4/2026), suhu di New Delhi terpantau nyaman di angka 29,4 derajat Celsius.
Namun, prakiraan cuaca menunjukkan lonjakan suhu yang drastis. Diperkirakan suhu akan mencapai 41-43 derajat Celsius pada Rabu sore, dan bahkan meningkat menjadi 42-44 derajat Celsius pada akhir pekan.
Ancaman Gelombang Panas di India
Kondisi musim panas di India memang dikenal brutal. Data pemerintah mencatat bahwa antara tahun 2012 hingga 2021, hampir 11.000 orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan panas. Gelombang panas yang melanda New Delhi pada Mei 2024 bahkan mencatat suhu yang mendekati rekor tertinggi ibu kota, yakni 49,2 derajat Celsius, yang terakhir kali tercatat pada tahun 2022.






