Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi kebersihan Kota Bandung yang dinilainya belum menunjukkan perubahan signifikan, meskipun mempekerjakan sekitar 1.500 petugas kebersihan. Ia mempertanyakan efektivitas kinerja para petugas tersebut, mengingat jumlahnya yang besar seharusnya mampu membuat kota lebih bersih dan tertata.
“Saya undang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, problemnya di penyapu yang ada 1.500, tetapi menurut saya tidak berfungsi dengan baik,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).
Dedi meyakini bahwa dengan pembagian kerja yang terstruktur, setiap petugas kebersihan hanya akan bertanggung jawab atas area yang tidak terlalu luas, sehingga hasil kerja dapat terlihat secara optimal. “Ini mau saya ajak ketemu untuk dipetakan, yang 1.500 itu dalam hitungan saya itu bisa 1 orang hanya 300 meter daerah garapannya,” jelasnya.
Namun, situasi di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapan tersebut. Dedi menduga adanya ketidaksesuaian antara jumlah petugas dan hasil kerja yang terlihat. Ia menduga sebagian petugas hanya datang untuk melakukan absensi tanpa menjalankan tugasnya secara maksimal.
“Jadi, saya lihat yang dari 1.500 itu mungkin hanya tanda tangan saja, tetapi kerjanya enggak. Coba kalau 1.500 disebar di Kota Bandung kan kelihatan, sekarang enggak kelihatan,” kritiknya.
Perbandingan dengan Jalan Provinsi
Sebagai perbandingan, Dedi menyoroti perubahan positif pada kebersihan jalan-jalan provinsi yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia mencontohkan ruas jalan dari Lembang hingga Setiabudi yang kini terlihat lebih bersih.
“Di jalan provinsi sudah mulai bersih. Lihat dari arah Lembang sampai Setiabudi, sekarang sudah bersih,” tuturnya.
Penambahan Petugas dan Pengambilalihan Sebagian Pengelolaan
Untuk mempercepat upaya perbaikan kebersihan Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menambah 100 petugas kebersihan.
“Ketika berhenti jalan provinsinya, sekarang ada 100 lagi tambahan tenaga kebersihan Provinsi Jabar yang akan ditempatkan di Kota Bandung,” kata Dedi.
Lebih lanjut, Dedi menyatakan bahwa sebagian pengelolaan kebersihan di jalan-jalan kota juga akan diambil alih oleh pemerintah provinsi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih cepat dalam mewujudkan kebersihan Kota Bandung.
“Jadi, jalan provinsi dan sebagian jalan Kota Bandung untuk nanti dikelola oleh provinsi, tenaga kebersihannya oleh provinsi. Jadi nanti insya Allah Bandung dalam sebulan ini pasti bersih,” pungkas Dedi.






