Nasional

Gaspol Hari Ini: Kekerasan Seksual di Kampus, di Mana Ruang Aman Perempuan?

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Perjuangan panjang perempuan untuk hadir dan bersuara di ruang publik, termasuk ranah politik, merupakan hasil kerja keras para pendahulu bangsa. Namun, di tengah kemajuan tersebut, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, khususnya di lingkungan pendidikan, masih terus terjadi dan bahkan dianggap lumrah.

“Jalan yang panjang untuk perempuan bisa ada di ruang publik, perempuan ada di ruang politik, perempuan bisa bersuara,” ujar Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, dalam podcast Gaspol! yang ditayangkan di kanal YouTube Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Rieke menyoroti bagaimana tokoh seperti Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika harus berjuang mendirikan sekolah khusus perempuan demi memberikan kesempatan pendidikan. Ironisnya, di era modern ini, kekerasan seksual masih menjadi ancaman nyata.

“Lebih parahnya, kekerasan seksual kerap kali dikecilkan dan bahkan dianggap normal,” ungkap Rieke.

Ia menambahkan, ketika kejahatan seksual dianggap sebagai hal yang normal, maka kejahatan lainnya seperti korupsi pun akan semakin tidak dianggap serius.

Oleh karena itu, politikus PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa perjuangan perempuan belum selesai, terutama dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman kekerasan seksual.

Advertisement

Rieke mengingatkan bahwa semangat perjuangan RA Kartini bukanlah untuk membedakan laki-laki dan perempuan, apalagi membangun tirani perempuan atas laki-laki.

“Ini adalah persoalan laki-laki maupun perempuan bergandengan tangan untuk membangun suatu sistem bermasyarakat, berbangsa, bernegara yang lebih baik,” tegasnya.

Obrolan selengkapnya mengenai isu ini dapat disimak dalam podcast Gaspol! yang tayang perdana hari ini pukul 20.30 WIB.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2026/04/21/20375371/gaspol-hari-ini-kekerasan-seksual-di-kampus-di-mana-ruang-aman-perempuan

Advertisement