CHONGQING, Kompas.com – Changan Automobile memperkenalkan teknologi baterai terbarunya, “Golden Shield”, yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi kendaraan listrik. Teknologi ini diklaim mampu mengatasi berbagai kekhawatiran konsumen terkait baterai EV, mulai dari kepadatan energi, kecepatan pengisian daya, daya tahan, hingga performa di suhu rendah.
Pengembangan teknologi baterai ini merupakan bagian dari fokus Changan di pusat penelitian dan pengembangan (R&D) mereka. Meskipun untuk sel baterai Changan bekerja sama dengan CATL, produsen terkemuka di industri ini, perusahaan asal China tersebut mengembangkan teknologi kemasan baterai sendiri yang disebut “Golden Shield”. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada Guangzhou International Auto Show ke-21 pada November 2023.
Golden Shield bertujuan mengoptimalkan sinergi antara desain baterai dan kendaraan. Tujuannya adalah untuk menjawab kekhawatiran pengguna mengenai kepadatan energi, efisiensi pengisian daya, daya tahan siklus, dan performa pada suhu rendah.
Performa dan Daya Tahan Baterai
Dalam kunjungan ke pabrik Changan di Chongqing, China, bersama perwakilan Changan Indonesia, terungkap bahwa baterai Changan menunjukkan ketahanan yang impresif. Ridjal Mulyadi, Head of Marketing Changan Indonesia, menyatakan bahwa baterai Changan tidak mengalami penurunan performa yang signifikan bahkan setelah menempuh jarak 600.000 kilometer.
“Umur pakai sel baterai lebih dari 5.000 siklus, menggunakan Teknologi Pelapisan Katoda Sel Standar Stabilitas Tinggi. Kontrol siklus hidup berbasis AI, dengan tingkat kesalahan prediksi dalam pemantauan kesehatan baterai kurang dari 3 persen,” ujar Ridjal di sela-sela kunjungan, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, Ridjal menambahkan bahwa belum ada insiden overheating yang tercatat pada baterai yang telah dipasang dan diuji pada lebih dari 1 juta kendaraan. Tingkat kecacatan baterai berhasil ditekan hingga level PPB (parts per billion).
Aspek Keamanan dan Perangkat Lunak
Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Golden Shield. Changan membekali kendaraan elektrifikasinya dengan lebih dari 20 sistem diagnosis AI Vehicle-Cloud yang didukung oleh algoritma machine learning. Sistem ini bekerja secara proaktif untuk memantau kondisi baterai.
Selain itu, disematkan pula sistem ganda yang dirancang khusus untuk mencegah terjadinya thermal runaway pada baterai. Hal ini bertujuan untuk menekan risiko terkait suhu ekstrem secara signifikan.
Efisiensi Energi dan Perlindungan
Secara teknis, Changan mengaplikasikan teknologi Cell-to-Vehicle (CTV). Dengan mengintegrasikan baterai langsung ke dalam platform kendaraan, efisiensi energi yang dihasilkan diklaim mencapai 86 persen. Struktur baterai dilindungi oleh Honeycomb Aluminium Shield yang diklaim memiliki tingkat keamanan tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan standar perlindungan kolong kendaraan C-IASI.
Desain integrasi ini juga memberikan keuntungan tambahan pada kenyamanan kabin, yaitu peningkatan ruang kepala (headroom) sebesar 11,9 mm.
Inovasi Pengisian Daya
Sektor pengisian daya juga menjadi perhatian utama. Kendaraan ini diklaim sebagai yang pertama di dunia yang mengadopsi teknologi high-frequency pulse heating untuk pemanasan baterai. Inovasi ini memastikan proses pengisian daya cepat tetap optimal dan efisien, bahkan dalam kondisi suhu lingkungan yang menantang.
“Pengisian daya dari 30% hingga 80% hanya butuh waktu 10 menit. Pengisian cepat juga tetap optimal pada suhu sangat dingin, dari 0% hingga 80% pada suhu -30°C dengan waktu pengisian berkurang hingga 40 menit,” kata Ridjal.
Solusi Komprehensif Adopsi EV
Kekhawatiran terhadap keamanan, daya tahan, dan efisiensi operasional masih menjadi tantangan utama bagi calon konsumen kendaraan listrik. Changan memperkenalkan teknologi Golden Shield Battery sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi hambatan adopsi kendaraan listrik.
Selain proteksi, Golden Shield Battery juga menawarkan peningkatan kepadatan energi sebesar 30 persen per satuan berat. Peningkatan ini memungkinkan kendaraan listrik memiliki efisiensi yang lebih optimal tanpa menambah beban baterai.
Changan juga memproyeksikan dampak ekonomi positif. Dalam satu dekade ke depan, biaya pengisian ulang daya diprediksi dapat ditekan hingga 50 persen. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik finansial kendaraan listrik dan meyakinkan konsumen bahwa mobilitas masa depan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien secara operasional.






