Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan Kamis, 22 April 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ambles 0,24 persen atau 17,77 poin, menempatkannya di level 7.541,61. Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan saham yang relatif berimbang, dengan 459 saham menguat dan 251 saham tertekan.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG berfluktuasi dalam rentang 7.513,94 hingga 7.578,05. Indeks dibuka pada angka 7.528,34 dan terus bergerak di bawah level pembukaan hingga penutupan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi, dengan volume transaksi mencapai 47,54 miliar saham yang bernilai Rp 18,03 triliun. Frekuensi perdagangan pun mencapai 2,921 juta kali transaksi, dengan total kapitalisasi pasar sebesar Rp 13.335 triliun.
Tekanan pada Sejumlah Indeks Acuan
Tekanan pelemahan juga terasa pada sejumlah indeks acuan utama. Indeks LQ45 tercatat ambruk 1,04 persen ke level 735,97. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ikut tergerus 0,88 persen menjadi 515,13, sementara KOMPAS100 melemah 0,80 persen ke posisi 1.031,20. Indeks JII70 juga tidak luput dari pelemahan, terkoreksi 0,40 persen.
Hanya indeks IDX30 yang mampu mencatat penguatan tipis sebesar 0,19 persen, ditutup pada level 401,42.
Sektor Transportasi Memimpin Penguatan, Energi dan Bahan Baku Tertekan
Pergerakan sektoral menunjukkan pola yang beragam. Sektor transportasi menjadi primadona dengan kenaikan tertinggi mencapai 4,76 persen. Sektor barang konsumen siklikal menyusul dengan penguatan 1,21 persen, diikuti sektor perindustrian (1,14 persen), infrastruktur (1,09 persen), dan keuangan (1,05 persen).
Sektor lain yang turut mencatat kenaikan meliputi kesehatan (0,53 persen), teknologi (0,04 persen), dan barang konsumen non-siklikal (0,10 persen).
Namun, beberapa sektor justru mengalami tekanan jual. Sektor barang baku tercatat turun 0,68 persen, energi terkoreksi 0,16 persen, dan properti melemah tipis 0,03 persen.
Saham LQ45: BBTN dan ITMG Pimpin Penguatan
Di jajaran saham unggulan LQ45, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi saham dengan penguatan terbesar, melonjak 6,39 persen ke level Rp 1.415. PT Astra International Tbk (ASII) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,35 persen ke Rp 6.600, disusul PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang menguat 3,09 persen ke Rp 3.000.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,68 persen ke Rp 3.830, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (HEAL) menguat 2,51 persen ke Rp 1.225, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menambahkan 2,10 persen menjadi Rp 26.800.
DSSA dan BREN Pimpin Pelemahan Saham LQ45
Di sisi lain, tekanan jual mendominasi beberapa saham unggulan lainnya. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin pelemahan dengan koreksi tajam 9,71 persen ke Rp 2.510. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul dengan penurunan 9,62 persen ke Rp 5.400.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melemah 3,43 persen ke Rp 1.125, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 3,42 persen ke Rp 705, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 3,10 persen ke Rp 5.475.
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate pada level 4,75 persen. Keputusan ini sejalan dengan suku bunga deposit facility yang tetap di 3,75 persen dan suku bunga lending facility di 5,5 persen.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya tekanan global, terutama yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. “Berdasarkan berbagai asesmen prospek tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 dan 22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 4,75 persen,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026).
BI menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan kebijakan antara stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Upaya ini akan terus dilakukan melalui penguatan kebijakan makroprudensial dan percepatan sistem pembayaran digital guna mendorong pembiayaan ke sektor riil.






