Global

Iran Bawa-bawa Selat Malaka dalam Konflik dengan AS, Ingatkan Trump soal Blokade Hormuz

Advertisement

TEHERAN – Di tengah memanasnya tensi dengan Amerika Serikat, Iran secara mengejutkan menyeret Selat Malaka ke dalam pusaran konflik. Pernyataan ini dilontarkan oleh Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menyusul blokade yang diterapkan AS terhadap Selat Hormuz setelah negosiasi damai di Pakistan menemui jalan buntu.

“Era pemaksaan keamanan dari seberang lautan telah berakhir,” ujar Velayati seperti dikutip The Wall Street Journal, Minggu (19/4/2026). Ia menambahkan, “Hari ini, bukan hanya keamanan Hormuz dan Malaka yang dijamin di bawah bayang-bayang kekuatan kami dan mitra strategis kami, tetapi keamanan Bab al-Mandab juga berada di tangan saudara-saudara kami.”

Velayati secara tegas memperingatkan bahwa setiap “tindakan usil” akan memicu respons berantai yang dampaknya akan terasa hingga ke Selat Malaka dan Bab al-Mandab. “Setiap langkah provokatif akan direspons secara bertahap,” tegasnya.

Tekanan Ekonomi Iran Meningkat

Laporan dari South China Morning Post mengindikasikan bahwa Iran sebelumnya telah mendeklarasikan penutupan penuh Selat Hormuz, bahkan mengancam kapal yang mendekat akan dianggap sebagai “kerja sama dengan musuh” dan berpotensi menjadi target. Kantor berita Tasnim, yang dikutip Ynet News, juga melaporkan bahwa pasukan Iran memaksa dua kapal tanker minyak untuk memutar arah di Selat Hormuz.

Analis Danny Citrinowicz menilai bahwa Iran kini semakin mengarahkan fokusnya pada tekanan ekonomi. “Mereka jatuh cinta dengan gagasan kampanye ekonomi,” katanya. “Tujuannya adalah menunjukkan kepada sistem internasional bahwa mereka dapat menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar dari yang telah mereka lakukan sejauh ini.”

Namun, Citrinowicz menekankan bahwa penyebutan Selat Malaka oleh Iran lebih bersifat sebagai sinyal ancaman daripada rencana konkret untuk menutupnya. “Gagasannya bukan bahwa mereka akan menutup Selat Malaka, tetapi membingkai hal ini agar orang memahami bahwa harga dari melanjutkan kampanye akan lebih tinggi dari sekarang,” jelasnya.

Advertisement

Pandangan serupa diungkapkan oleh peneliti Hu Bo, yang menilai kecil kemungkinan Selat Malaka mengalami gangguan serupa dengan Selat Hormuz. “Tidak mungkin negara-negara pesisir mengambil tindakan serupa seperti Iran,” ujarnya, seperti dikutip South China Morning Post. Ia menambahkan bahwa Selat Malaka memiliki alternatif jalur pelayaran, seperti Selat Sunda, Lombok, dan Ombai-Wetar.

Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Blokade Tetap Berlanjut

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata. Namun, langkah ini tidak serta merta diikuti dengan pelonggaran tekanan terhadap Iran. Seperti dilaporkan AFP, Trump menegaskan bahwa militer AS akan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

“Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu cara atau lainnya,” ujar Trump.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2026/04/22/172903270/iran-bawa-bawa-selat-malaka-dalam-konflik-dengan-as-ingatkan-trump

Advertisement