NGWI, KOMPAS.com — Perjuangan Adriana Rustanti (47) dalam membesarkan kedua buah hatinya seorang diri sejak kepergian sang suami pada 2014 lalu kini membuahkan hasil manis. Ibu tunggal asal Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini berhasil menyekolahkan anaknya ke Universitas Gadjah Mada (UGM) berkat kegigihannya merintis usaha ternak kambing dari nol.
Adriana memulai usaha ternak kambing sekitar enam bulan setelah suaminya meninggal. “Saya memilih kambing karena saya ingin memiliki usaha yang tidak meninggalkan anak,” ungkap Adriana kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2026).
Merintis dari Dua Ekor Kambing
Kala itu, Adriana hanya bermodalkan dua ekor kambing yang dipelihara di belakang rumah. Perlahan namun pasti, jumlah ternaknya kini bertambah menjadi 12 ekor. Ia memilih kambing karena dinilai lebih hemat biaya operasional dibandingkan jenis ternak lain.
“Kalau mencari pakan kambing tinggal cari di pinggir sawah gratis. Tidak perlu biaya. Hanya perlu tekad dan niat,” jelasnya. Setiap hari, Adriana menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk mencari rumput di pematang sawah, yang cukup untuk memberi makan ternaknya.
Beragam Sumber Penghasilan
Selain beternak kambing, Adriana juga memiliki sumber pendapatan lain untuk menopang kebutuhan keluarga. Ia menyewakan sawah peninggalan suaminya senilai Rp 6.000.000 per tahun, karena tidak mampu mengelola lahan tersebut sendirian.
Tak berhenti di situ, Adriana juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di desanya, meliputi PKK, posyandu, hingga menjabat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ia juga melebarkan sayap usahanya dengan berjualan produk secara daring.
“Dari sini saya ingin membuktikan bahwa wanita bisa bertahan meski sendiri,” tegasnya.
Fokus Membesarkan Anak
Perjuangan terberat bagi Adriana adalah membesarkan kedua anaknya sendirian. Saat suaminya meninggal, kedua anaknya masih kecil, bahkan salah satunya masih bayi. “Awalnya berat. Semua harus saya lakukan sendiri. Tetapi saya kuatkan niat untuk membesarkan anak,” kenangnya.
Ia senantiasa mengawasi aktivitas anak-anaknya untuk memastikan mereka tetap berada di jalur yang positif.
Antarkan Anak ke Perguruan Tinggi
Keseriusan dan kerja keras Adriana akhirnya membuahkan hasil. Anak pertamanya, Weny Anggita Maharani, berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) jurusan Agribisnis.
Untuk memenuhi biaya pendidikan putrinya, Adriana bahkan sempat menyewakan sawahnya selama dua tahun. Ia menekankan pentingnya kekuatan mental bagi seorang ibu tunggal, selain kemampuan ekonomi.
“Seorang single parent tetap harus bisa membahagiakan diri sendiri. Kalau ada suara sumbang saya abaikan,” tuturnya.
Adriana berpesan agar para perempuan yang menjalani peran sebagai orang tua tunggal tidak mudah menyerah. “Sebagai orang tua tetap harapannya anak-anak bisa sukses. Makanya harus kuat meskipun tanpa pasangan,” pungkasnya.






